Berkemah di Oremgol, Miryang saat liburan musim panas

Liburan musim panas selama satu setengah bulan hampir berakhir. Udara sudah mulai dingin, hotpants mulai jarang terlihat dan baju pun makin susah kering di jemuran. Dari satu setengah bulan itu, liburan saya dari lab hanya empat hari. Itu juga dibayang-bayangi dengan deadline paper dan proyek yang harus selesai sebelum semester baru. Yah, begitulah nasib mahasiswa hasil beasiswa(?) lab. Curhat colongan.

Sebenarnya liburan saya juga ada karena profesor dan keluarga berlibur ke Thailand. Promosi video visit Indonesia Year 2011 yang saya setel di kelas ternyata belum cukup ampuh untuk mengundang calon wisatawan mancanegara ke negeri tercinta.

Karena didorong rasa persahabatan ditambah suruhan profesor, salah satu teman lab mengajak untuk camping bersama teman-teman ekuivalen_SMA_di_Korea-nya selama dua hari di daerah pegunungan Oremgol, Miryang, sekitar dua jam perjalanan dari Busan.

Dari penjelasan awal sepertinya sih menjanjikan. Tiga cowok dan dua cewek berkemah di daerah pegunungan yang sepi, suasana santai liburan musim panas, habis berenang di sungai terdekat, cahaya remang-remang, barbeque-an, ada alkohol. Setting yang pas untuk terjadinya hal-hal yang diinginkan.

indonesia-korea

Harus cari tahu bagaimana mengurus akta kelahiran buat anak Indo-Korea.

Little did I know, ternyata komposisi peserta yang benar adalah dua pasangan dan satu cowok pengganjil, yaitu orang yang paling ganteng di rombongan. Siapa? Ga tau juga sih, tapi kalau kata orang-orang sih…

Jadwal camping adalah hari senin pagi sampai selasa sore. Saya diajak menginap di rumah teman itu hari minggu supaya senin pagi bisa langsung jemput-jemput, belanja dan berangkat.

Sebelum pergi ke rumahnya, kita main playstation dulu di PS방 (PS Bang) atau tempat rental PS. Fasilitas rental adalah layar 29 inch, consol PS3 (Playstation 3) dan game Winning Eleven terbaru dengan biaya rental 1500 won per jam. Kita main WE sebanyak 4 pertandingan dengan skor 3:1 untuk kemenangan si orang ganteng yang disebutkan di atas.

Sesampainya di rumah teman lab, saya makan malam bersama keluarganya. Setelah tiga puluh menit yang seperti latihan percakapan di buku bahasa Korea tingkat pemula (oneu nara saram iyeyo, hangug johaheyo? kimchi johaheyo? odie sarayo? dll), saya pun masuk ke kamarnya.

Ternyata teman saya ini jagoan taekwondo. Di kamarnya ada beberapa piala taekwondo dan foto-foto kejuaraan. Kebetulan saya juga pernah latihan taekwondo sewaktu kuliah walaupun cuma sampai sabuk putih. Setelah sedikit mengerti bahasa Korea, ternyata jurus-jurus taekwondo yang dulu terdengar keren jadi kurang keren. Contohnya : Dulu kenal jurus apcagi. Ternyata ap = depan, cagi = tendang. Jadi apcagi = tendang ke depan. Yah. Simpel amat.

senam apcagi

Senam apcagi

Malam harinya kita menonton acara variety show khas Korea yang kebetulan bintang tamunya adalah Bae Suzy a.k.a calon penerus Kim Tae Hee sebagai cewek paling cantik di Korea. Suzy ini tergabung dalam girls group yang bernama Miss A. Sebelum digusur T-ara, Miss A sempat menjadi girls group favorit saya menggantikan SNSD.

suzy_missa_02

Suzy saranghae ❤

Keesokan harinya, setelah packing tenda dan perlengkapan masak, kita pergi menjemput peserta camping lainnya. Setelahnya kita belanja bahan makanan di hypermart. Belanjaannya sebagai berikut:

– 2 botol bir besar

– 10 botol soju

– bacon strip a.k.a samgyobsal 20000 won.

– dan lain-lain, yg penting 3 hal primer sudah dibeli.

Perjalanan ke Oremgol memakan waktu 2 jam dan kesannya seperti perjalanan ke Puncak. Jalannya berkelok-kelok khas daerah pegunungan. Ternyata di tempat campingnya sudah banyak tenda dimana-mana. Fasilitasnya lumayan bagus, toiletnya bersih, ada tempat mandi, tempat cuci dan petak-petak camping.

Setelah survey tempat, kita pasang tenda. Tenda yang kita pakai benar-benar instan. Tidak perlu pancang, tali dan simpul macam-macam. Tinggal hubungkan ini ke sana, tempel sana-sini sesuai petunjuk, jadi deh. Hanya lima menit dua tenda berhasil dibangun.

Kenapa lima menit? Karena lima menit lagi dia mau datang menjemputku.

Lima menit lagi. ah ah ah. Lima menit lagi. Mamamama tolonglah. Itu dia sudah datang. Bilang saja aku sakit, sakit gigi, sakit perut, juga sakit kepala~~~~

SAM_0362

Tada~ selesai. Bergaya dulu.

Malamnya kita barbeque-an. Bakar-bakar samgyobsal atau babi panggang. Ternyata semua orang di kawasan camping juga punya ide yang sama. Memang sepertinya camping identik dengan panggang-panggangan.

Setelah makan maka sampailah kita pada acara puncak yaitu game dan minum-minum. Minumnya sih tidak asal minum, tapi harus melalui games yang baru pertama kali ini saya lihat. Beberapa game yang kami mainkan yaitu:

– Spin the bottle + truth or drink = botol diputar, terus yang kena tunjuk sama botol boleh ditanya-tanya. Kalau menolak jawab, minum ramuan somek (soju + bir)

– Titanic = di gelas bir ada sloki soju, satu persatu menuangkan soju ke sloki, kalau sewaktu giliran menuangkan soju, slokinya tenggelam, maka harus minum semuanya.

– Mainan tepok tangan tidak jelas = mainan ritme dan konsentrasi.

– Go stop a.k.a game seperti domino yang populer di kalangan masyarakat setempat

Cara mainnya sampai sekarang belum ngerti-ngerti

Setelah semua orang sudah agak “gembira”, baru mulai curhat-curhatan. Curhat masalah kerjaan, masalah pacar-pacaran, dll. Setelah 2 botol bir + 1 beli di sekitar areal kemah + 10 botol soju, kita pun tidur. Pria dan wanita tendanya beda, soalnya judul postnya “Berkemah di Oremgol” bukan “Gairah muda di Oremgol”.

Keesokan harinya kita berenang di sungai sekitar kawasan camping. Sebelumnya kita pompa ban pelampung dulu entah untuk apa soalnya sungainya dangkal.

SAM_0440

Good times, good times.

Sungainya lumayan ramai dengan orang-orang seperti kami yang cuma main air. Pemandangan di sekitar sungai ternyata lumayan oke.

SAM_0447

Lumayan gan, daripada lu manyun.

Setelah mandi dan cuci-cuci, kita makan siang dengan ramyeon. Setelah itu beres-beres tenda, terus pulang deh. Sampah-sampah dikumpulkan, terus dipisah-pisah sampah basah, kering dan dibuang di tempat sampah. Lokasi harus ditinggalkan seperti sebelum ditempati.

Setelah itu kita pulang deh. Kembali ke rutinitas awal. Udah deh, selesai liburan musim panasnya~

Advertisement

Kehidupan sehari-hari mahasiswa pascasarjana (Edisi musim panas)

08:00 : bangun. matikan alarm.
08:01 : tidur lagi
09:00 : bangun. sadar kalau ini musim panas, tidak ada kelas. tidur lagi.
09:15 : bangun. sadar kalau banyak deadline projek, paper yang harus selesai sebelum semester baru.
09:16 : menggerutu. kecapekan habis main video game sampai pagi. berjanji untuk tidur lebih awal hari ini.
09:17 : melamun mikirin cewek yang lagi ditaksir.
09:30 : akhirnya beranjak dari tempat tidur
09:31 : mandi, siap-siap, berangkat ke kampus
10:00 : beli susu di convenience store. tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan.
10:05 : sampai di lab, sapa-sapa annyonghaseyo.
10:10 : menyalakan komputer, buat kopi sambil menunggu
10:15 : buka facebook, komen2 status orang. buka cheezburger network.
11:15 : menyesal karena membuang-buang waktu.
11:16 : bersiap untuk kerja. kelaparan karena tidak sarapan. merasa kerja sewaktu lapar tidak efektif. lanjut web browsing.
12:15 : menyesal karena membuang-buang waktu
12:16 : bersiap untuk kerja tapi sudah waktunya makan siang. berjanji untuk kerja setelah makan siang. lanjut web browsing.
12:30 : pergi makan siang
13:00 : kembali ke lab. penuh semangat untuk mulai bekerja.
13:01 : buka playlist musik di youtube untuk background sambil bekerja.
13:02 : oh. ini lagu favorit saya! lihat video klipnya.
13:06 : lihat recommended videos di sidebar sebelah kanan. klik. nonton. lihat recommended videos di sidebar sebelah kanan. klik. nonton. lihat recommended videos di sidebar sebelah kanan. klik. nonton. repeat.
14:00 : menyesal karena membuang-buang waktu
14:01 : baca paper. programming.
14:05 : googling tentang pembahasan di paper yang kurang dimengerti.
14:06 : open new tab di google chrome. melihat bagian "most visited" di new tab. click facebook.
14:09 : klik artikel yang di like oleh teman-teman.
15:00 : menyesal karena membuang-buang waktu
15:01 : game online favorit selesai daily maintenance. http://www.kingdomofloathing.com. main.
16:00 : menyesal karena membuang-buang waktu
16:01 : baca paper, programming.
17:00 : stress. perlu interaksi sosial. buka facebook.
18:00 : menyesal karena membuang-buang waktu
18:01 : bersiap untuk kerja tapi sudah waktunya makan malam. berjanji untuk kerja lebih keras setelah makan malam. lanjut web browsing
18:30 : makan malam
19:00 : baca paper, programming.
20:00 : stress. kesal dengan waktu kerja di korea yang sampai malam.
20:01 : merasa kerja di malam hari kurang efektif. lanjut web browsing
22:00 : menyesal karena membuang-buang waktu
22:30 : pulang dengan wajah tertunduk. merasa bersalah karena hari ini tidak menghasilkan apa-apa. berjanji besok akan bekerja lebih keras.
22:45 : sampai di kamar. masih stress karena tidak produktif hari ini.
22:50 : main video game untuk menghilangkan stress.
02:00 : menyesal karena membuang-buang waktu.
02:05 : tidur

Interview kerja di Seoul

Jumat kemarin saya pergi ke Seoul untuk interview kerja di salah satu perusahaan IT consulting Korea. Saya mendapat info lowongan kerja ini dari milist perpika (PPI Korea). Kebetulan kok ya cocok dengan kompetensi dan minat saya. Masalahnya saya masih belum lulus sampai awal 2012, sedangkan lowongannya di-post untuk bulan Juli 2011. Saya kirim email untuk menanyakan hal ini ke orang yang posting, katanya sih coba dulu aja.

Okelah kalau begitu. Setelah poles-poles CV sampai mengkilap, saya kirim ke alamat emailnya si contact person. Seminggu tidak ada kabar, tiba-tiba ada telepon. Seperti biasa, karena yang telepon orang Korea saya kira salah sambung karena sepertinya nomor handphone saya dulunya punya orang Korea. Langsung saja saya bilang “잘 못 걸었어요” (jalmot korosoyo -salah sambung) Eh ternyata si mbak-mbaknya ngomong dengan penekanan ke nama perusahaan, kemudian blablabla something-something bahasa Korea terus ….email.

Setelah selesai telepon-teleponan saya cek email. Nah, ternyata ini lebih lengkap informasinya dalam bahasa Inggris. Yay! panggilan interview pertama saya di Korea! Tapi setelah dibaca kok ya waktunya mepet sekali, apalagi perusahaannya di Seoul sementara saya di Busan. Ujung ke ujung.

staticmap

Sekitar 4.5 jam perjalanan naik bus

Karena waktunya mepet dan saya belum ada persiapan, jadinya saya kirim email minta atur ulang jadwal interviewnya. Nama pengirim emailnya sepertinya familiar. Hyuna Park. Hmmm.

hyuna

Oh. Ini Hyuna Kim ding. beda. Bubble bubble pop bubble pop pop

Sekitar seminggu lagi tidak ada balasan, kemudian ada telepon lagi. Kali ini tidak ada percakapan yang panjang, cuma “<nama perusahaan> ibnida. Interview …..something something something bahasa Korea ….email.” habis itu selesai.

Saya cek email hari Rabu nya untuk panggilan interview hari Jumat. Okelah.

Saya informasikan ke profesor bahwa saya akan pergi interview lusa dan beliau cuma bilang: “아. 그래. OK” (Oh gitu, Ya wis).

Karena saya orangnya kurang bergaul dan teman saya yang biasa ditumpangi kalau pergi ke Seoul sudah lulus, agak repot juga untuk masalah penginapan. Hm. Baiklah. Saatnya untuk mencoba menginap di Jjimjilbang (Sauna dan pemandian umum)

jjimjilbang

Sauna. Jjimjilbang. 24 Jam.

Karena takut nyasar, saya planning perjalanan menggunakan teknologi GIS (Geographical Information System). Hidup GIS!! Pertama saya cari lokasi perusahaannya di map.naver.com (ekuivalennya map.google.com di Korea). Dari situ, saya lihat dekat dengan stasiun subway mana. Kemudian, saya coba cari terminal yang paling dekat dengan stasiun subway itu. Oke. Ketemu. Terminal 동서울 (Dong Seoul).

Setelah tahu terminalnya, saya coba akses ke traffic.map.naver.com untuk informasi jadwal bus. Dari Busan Nopodong ke Dong Seoul ada bus jam 23.50. Kemudian, di map.naver, saya cari lagi informasi Jjimjilbang dekat-dekat terminal. Ada beberapa. Kemudian, saya coba pindah ke Street View buat lihat foto bangunan Jjimjilbang-nya biar tidak nyasar. Oke sip. Lihat lagi Street View buat foto gedung perusahaannya. Ok sip. Print petanya. Sip lah.

Berangkat!!!! 출발 합시다!

Saya sampai di terminal Dong Seoul sekitar jam 04.30 pagi. Terminalnya tutup, jadi turunnya di luar terminal. Seturunnya dari bis, banyak sopir taksi tanya-tanya mau kemana seperti di Indonesia. Tapi karena saya bawa Ipod Touch dan punya modal peta digital, saya pun percaya diri langsung jalan tanpa bingung-bingung. Like a boss!!

like a boss

Kayaknya gw kebanyakan buka cheezburger network deh

Di Jjimjilbang, saya bayar 10.000 won kemudian kasirnya memberikan kunci loker, t-shirt dan celana pendek. Sip lah. Setelah itu tidur deh.

jjimjilbang

Persis seperti ini tidur di jjimjilbang kemarin.

Jam 7 pagi saya bangun dan mandi persiapan pergi interview.

Jam 9:30 saya sampai di perusahaannya. Resepsionisnya cakep, berarti perusahaannya bagus. Awal yang bagus. Sayangnya resepsionisnya hanya mengerti tapi susah untuk bicara dalam bahasa Inggris. Setelah menunggu, jam 10 seperti dijadwalkan saya dipandu ke ruangan interview.

Di ruangan interview, ada 2 orang. pria dan wanita. Setelah mereka mulai bicara, saya langsung berpikir “matilah sudah”. Mereka tidak bisa bahasa Inggris. “Master blablabla something-something bahasa Korea 없거든요 (master..blabla..tidak ada).

master yodamaster miyagi

Master? Master Yoda atau Master Miyagi yang kerja disini?

Akhirnya, setelah 5 menit yang penuh kecanggungan, salah satu menelepon seseorang dan memberikan teleponnya ke saya. Oh. Ternyata maksudnya master tadi manager. Manager ini yang dihubungi mereka dan ternyata beliau ada urusan mendadak sehingga baru bisa datang jam 11. Syukurlah managernya bisa bahasa Inggris dengan baik.

Jam 11 mulai interview, ternyata si manager ini bukan developer tapi designer sehingga obrolannya tidak nyambung. Akhirnya si manager cuma cerita-cerita tentang perusahaannya. Karena para developer sedang pergi, jadinya saya disuruh datang lagi di waktu yang belum ditentukan. Yah, piye iki. Ternyata si Hyuna Park yang mengatur jadwal interview kurang koordinasi dengan yang lain-lain. Percuma deh saya jauh-jauh pergi ke Seoul. Tapi tidak apa-apa sih.

Setelah itu saya pulang ke Busan.

Perusahaannya itu ISV (Independent Software Vendor) dan middle-sized. Hmm. not bad lah. Tapi di interview ini belum bicara tentang gaji dan benefit sih. Padahal ini yang penting. Karena saya perlu pekerjaan untuk membayar utang pinjaman uang kuliah. Hehe. Jadinya rencana buat PhD di pending dulu dan harus kerja karena uang beasiswa(?) sudah habis karena tidak ada lagi proyek lab. Hehe. Curhat colongan.

Nanti deh, setelah interview kedua saya tulis lagi kelanjutannya. Sampai sekarang belum ada telepon lagi dari perusahaannya. Sudah… dua hari kerja.

5 Kebiasaan orang Korea yang aneh menurut saya

Menyambut HUT Kemerdekaan Korea Selatan yang jatuh di tanggal ini, 15 Agustus, maka saya kompilasikan lima kebiasaan orang Korea yang membuat saya heran sewaktu saya pertama tiba (sampai saat ini juga). Kenapa cuma lima? Karena Lima adalah ibukota Peru.  Hehe. Joke lama banget ini. Satu generasi dengan joke berikut:

~ A: Kodok apa yang paling rame? B: Kodok Indah Mall

~ A: Bebek apa yang paling rame? B: Bebek rapa orang sih bilang Kodok Indah Mall

~ A: Ikan apa yang paling rame? B: Ih. kan udah dibilangin Kodok Indah Mall.

Garing ya? Tau tuh. Orang jaman dulu memang suka gitu.

1.5 tahun tinggal di Korea tidak menjadikan saya ahli di kebudayaannya, jadi list ini ya hanya dianggap sebagai asal tahu saja, bukan sebagai referensi. Lagipula, aneh menurut saya belum tentu aneh menurut orang lain. Saya juga menulisnya tidak pakai riset yang mendalam karena ini ditulis waktu libur nasional dan saya bosan facebook-an dan main game. Jadi..cuma sebagai pembenaran supaya setidaknya hari ini ada satu hal yang bisa dihasilkan selain bermalas-malasan. So, here goes.

1. Makan di satu mangkok bersama.

Jadi bayangkan anda makan kimchi jjigae bersama teman Korea. Setelah menunggu sekitar 5-10 menit akhirnya pesanan bisa dihidangkan. Satu mangkuk untuk 2-3 orang.

kimchi-jjigae

Yummy! (tapi tidak halal. apalagi kalau habis makan ga bayar)

Jadi begini proses makan kimci jjigae. Satu per satu peserta mulai memasukkan sendoknya ke mangkok. Sendoknya belum kena mulut. Ok. That’s fine. Terus lanjut makan nasi. Setelah itu, sendok dijilat supaya nasinya tidak ada yang menempel dan sendoknya dimasukkan lagi ke mangkok….Ewwww. Bekas liur-liur berkumpul menjadi satu. Bisa dihitung indirect kiss juga. Kalau begitu, saya sudah pernah indirect kiss sama berapa orang cewek Korea ya? Hm…….. 2 orang. Cuma 2 orang?? Iya. Selama 1.5 tahun, saya cuma pernah makan bareng dua cewek Korea… I haz a sad nao 😦

i haz a sad

2. Penampilan men!

Bagaimana cara meloloskan diri kalau dikejar bandit Korea? Gampang. Lari ke tempat yang banyak kacanya. Serius. Orang Korea (yang saya kenal –red) tidak bisa lewat kaca/sesuatu_yang_bisa_memantulkan_bayangan tanpa merapikan rambut. Makanya di banyak tempat ada cermin, termasuk di setiap toilet. Toilet bahasa Koreanya adalah 화장실 (화장 = make-up, 실 = room). OMG! Semuanya masuk akal sekarang.

hwajangsil

Hwajangsil masisoyo kalau kata orang PKNU (Inside joke –red)

Tapi saya benar-benar kagum dengan fashion sense nya masyarakat setempat. Enak dilihat. Apalagi kalau musim panas. Setiap musim panas, kurang bijak untuk investasi di bidang tekstil karena kurangnya order kain di Korea. Sebaliknya, investasi di kacamata hitam cukup bijak, karena selain melindungi mata dari sinar matahari, juga bisa menyembunyikan arah mata memandang.

3. Banting pintu/jendela/dan lain-lain

Pertama kali saya masuk ke lab, saya kaget karena banyak orang suka banting pintu. Gila, ini lab penuh orang stress yang suka marah-marah apa, pikir saya. Ternyata memang iya. Stressnya doang sih, marah-marahnya tidak. Entah kenapa, masyarakat setempat berisik sekali kalau mengerjakan sesuatu. Entah menutup pintu, mengetik di komputer, ngobrol, semuanya pakai speaker altec lansing/ekuivalen-nya. Jadi, kalau di Korea jangan kaget kalau mendengar gedubrak-gedubrak sewaktu menutup pintu.

4. Skinship

Ternyata skinship awalnya dari Korea toh. Konglish. Definisinya menurut urbandictionary.

Jadi sekitar enam bulan saya tinggal di Korea dan berinteraksi dengan teman-teman lab, ada beberapa orang teman cowok yang suka pegang-pegang tangan, kadang suka pijat-pijat bahu saya. Terus terang saya kurang nyaman dan sepertinya ada yang sadar dan bertanya kepada saya:

“Does he bother you with the skinship?”

“What’s a skinship?”

“Maksudnya berarti kita sudah nyaman dengan kamu, jadi kalau dia pegang tangan kamu atau pijat-pijat bahu kamu tandanya persahabatan (di-translate karena kalau percakapan verbatim-nya banyak grammar yang error, – siapa tahu ada grammar nazi-)

“So there is nothing gay about that.”

shinee[3]

<sarcasm>Yeah, sure</sarcasm>.

Biasanya kalau acara minum-minum bersama, skinship-nya makin parah, contohnya: tangan dipegang terus, dirangkul, disuapin. Bapak-bapak sih biasanya. Jadinya lebih aneh dan membuat bergidik (hehe. bergidik. jarang juga menulis pakai kata bergidik).

5. Minum-minum

Oh man. minum-minum. Orang setempat kalau minum-minum seperti tidak ada hari esok. Cewek, cowok, tua maupun muda, semuanya suka minum. Soju, mekju (bir), somek (soju mekju), somekcol (soju mekju cola). Semuanya saya sudah pernah coba. hehehe.

Kalau yang hardcore, biasanya kalau acara makan-makan bareng se-lab, ada tiga tahapan. Tahap pertama minum soju dan bir di tempat makan. Di tahap ini biasanya ada tradisi saling menuangkan. Jadi profesor/orang yg dituakan menuangkan soju ke gelasnya kemudian kita minum dari gelas itu (tukaran liur lagi). Gelas yang sama juga kita tuangkan soju untuk diminum beliau. Menuangkan minuman ke gelas sendiri ternyata kurang sopan. Jadi biasanya selalu ada yang menuangkan minuman ke gelas kita.

Tahap kedua adalah minum-minum di hope jib (호프집)/ Bar. Acaranya minum-minum soju dan bir lagi. Kali ini ada snacknya, biasanya kacang, ayam atau cumi-cumi bakar.

beer gallon

Minum bir segalon (benar-benar ada galonnya)

Tahap ketiga (saya tidak pernah sampai tahap ini) adalah minum-minum di hope jib/ bar yang lainnya. Acaranya? minum-minum soju dan bir lagi. Pindah bar cuma buat ganti suasana.

Setelah tahap ketiga, baru makan ramyeon (mie rebus) di restoran 24 jam. Habis itu dimuntahkan di jalan.

Jadi begitulah kira-kira pengalaman saya mendapati kebiasaan yang aneh menurut saya. Semoga dapat berguna bagi pembaca budiman sekalian. Sekian dan terima kasih. Saran dan kritik tidak ditampung.

Jalan-jalan di Uzbekistan–part 2

Waduh, topik ini sudah lama tidak di-update, jadi sudah lupa-lupa ingat pengalamannya dulu. Tapi berhubung saya orang yang bertanggung jawab, saya akan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

Tapi sebelumnya, untuk yang mampir ke sini dari googling keyword “foto-foto cewek Uzbekistan”, bersiaplah untuk kecewa. Move along, guys. Tidak ada yang bisa dilihat disini. (yah…langsung pada pergi semua)

tarian uzbek

Eh ada ding. Udah habis tapinya. Ini doang.

Besoknya, saya dan rombongan jalan-jalan ke pasar tradisional walaupun nama kami bukan Sarimin. Nama pasarnya “Chorsu Bazaar”. Katanya sih pasar terbesar di Asia Tengah. Bentuk pasarnya mirip dengan di tanah air. Model lapak-lapak begitu. Bedanya mungkin cuma satu.

ibu2 jualan

Yang jualan cakep abis.

Setelah dari pasar, kami jalan-jalan sekitar kota Tashkent dan mengunjungi “Taman Amir Timur” dan “Broadway Street Walk”. Taman Amir Timur bentuknya seperti taman di depan bangunan besar kuno yang ada air mancurnya dan Broadway Street Walk bentuknya seperti Mall Paris van Java di Bandung. Di taman, banyak yang foto-foto pre wedding. Sekitar 3 pasangan.

z

Kegiatan haram menurut MUI

Malamnya, kita menikmati hidangan tradisional khas Uzbekistan sambil disuguhi tari-tarian tradisional seperti di foto paling atas itu. Setelah makan malam, minum vodka.

SAM_0912P1010257

Nambah-nambahin pahala buat yang lagi puasa.

Besoknya kita pergi ke Samarkand. Hore!! Samarkand merupakan kota terbesar kedua di Uzbekistan dan merupakan titik sentral jalan sutera antara Cina dan Barat. Hidup wikipedia! Perjalanan dari Tashkent ke Samarkand memakan waktu lima jam naik kereta api. Lima? seperti nama ibukotanya Peru..kayaknya pernah baca dimana gitu…. Anyway.

P1010262

Perjalanan lima jam ditemani musik padang pasir yang disetel di audio central jadi tidak bisa dimatikan. Ow yeah!

Samarkand juga merupakan sentral untuk Islamic study. Ini dibuktikan dengan Madrasah Registan yang besarnya lebih dari Tunjungan Plaza.

madrasah registan

Kompleks Madrasah Registan. Besar banget. Isinya dulu ruangan-ruangan belajar. Sekarang sih toko-toko suvenir.

Setelah itu kita pergi ke Masjid Bibi Khanym yang dibangun oleh Amir Timur untuk istrinya (Namanya Bibi Khanym. D’oh. Masih nanya lagi.) Hari gini bilang cinta ke istri cuma kasih perhiasan? Bikin masjid super gede dong! Contoh Amir Timur, Suharto, siapa lagi….. Taj Mahal itu.

Setelah puas mengitari Samarkand dan mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur khas film Sinbad dan cerita seribu satu malam, kita kembali ke Taskent dengan kereta api yang sama (dan mendengarkan musik padang pasir non-stop selama lima jam lagi. yay!)

Besok paginya, kita pergi ke Gunung Chimgan yang puncaknya setinggi 3.309 meter dpl). Perjalanan sekitar 2 jam dari Tashkent tidak terasa membosankan karena pemandangannya bagus penuh bukit-bukit dan gunung-gunung.

Di tengah perjalanan (bukan di tengah jalan) ada PLTA dan bendungan dari danau yang airnya biru banget. Di pinggir-pinggir danau banyak tenda-tenda untuk berjemur seperti di pantai.

SAM_3879SAM_3884

Keren ya…..foto modelnya maksudnya, bukan pemandangannya. hehe. Udah, iya aja biar cepat.

Sesampainya di Gunung Chimgan, untuk naik ke puncak gunung yang tinggi.. tinggi sekali dan di kiri – kanan nya jika dilihat saja banyak pohon cemara a a kita perlu menggunakan kereta gantung… Nah. ini dia masalahnya. Saya takut ketinggian. Jadinya ya sudah ceritanya sampai disini saja.

Tapi nggak lah, demi para pembaca yang sudah repot-repot membaca sampai sini dan benar-benar bosan di kantor/lab/rumah. Saya memberanikan diri foto-foto di kereta gantung yang tinggi sekali ditambah angin kencang dan bunyi tali bersenggolan dengan besi yang karatan. Cocok untuk jadi tantangan Fear Factor.

kereta gantungSAM_1102SAM_3855

Not pictured : pipis di celana. Nggak sih, bohong. Beneran bohong.

Setelah dari gunung, kita pulang ke Tashkent dan acara bebas jalan-jalan di sekitar Taman Amir Timur dan Broadway Street. Saya pun pergi ke Mall untuk membeli oleh-oleh cokelat.

SAM_3537

Bergaya di mall. (Pointless banget sih ini foto.) Biarin weeek! Sirik aja.

Setelah itu, kita langsung menuju Taskent International Airport. Sebetulnya, saya ingin membeli oleh-oleh makanan setempat di bandara. Tapi karena satu dan lain hal (alasan!) tidak jadi. Akhirnya cuma beli oleh-oleh coklat di duty free shop buat teman-teman di Yangojang (tempat ngumpul mahasiswa PKNU). Jadinya tidak ada oleh-oleh khas Uzbekistan buat masyarakat Yangojang. 죄송합니다.

Jadi begitulah, acara jalan-jalan saya di Uzbekistan. Semoga dari kegiatan saya ini dapat berguna bagi pembaca sekalian yang budiman dan sudah rajin membaca sampai habis. Kalau yang tidak membaca sampai habis tidak budiman.